Remaja merupakan masa peralihan dan rentan terhadap berbagai faktor ekternal dan internal yang berakibat melakukan perilaku negatif dan tidak sehat secara fisik, mental atau sosiaL. Data di Indonesia jumlah remaja usia 14-19 tahun melakukan aborsi sebesar 20% dan kejadian kehamilan yang tidak di inginkan sejumlah 19,6%. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pengetahuan, sikap remaja tentang kesehatan reproduksi dengan peran orang tua. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Artikel ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ada 65 remaja putri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran orang tua dalam kesehatan reproduksi remaja dalam kategori baik, pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dalam kategori baik, sebagian besar sikap reponden dalam kesehatan reproduksi adalah positif. Ada hubungan antara umur dengan peran orang tua, dan ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan peran orang tua.
Copyrights © 2023