Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemaknaan santri terhadap ngaji filsafat di Masjid Jenderal Sudirman yang melampaui batas-batas tradisional. Dalam konteks pesantren tradisional, ngaji umumnya terfokus pada pemahaman teks-teks agama dan pengulangan hafalan tanpa melibatkan filsafat agama secara eksplisit. Namun, penelitian ini menggali pengalaman santri yang mengalami ngaji filsafat di masjid sebagai peluang untuk mengintegrasikan filsafat dengan pemahaman eksistensialis keagamaan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain fenomenologi bertujuan untuk memahami filosofis unsur secara mendalam, dengan alat pengumpul data observasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menjelaskan pemaknaan santri ngaji filsafat dari pemikiran historis tradisional melampaui metode berpikir secara hakiki dan menghasilkan corak baru dalam berpikir. Pemaknaan santri terhadap ngaji filsafat di Masjid Jenderal Sudirman dapat bervariasi tergantung pada latar belakang pendidikan, pemahaman agama, dan minat intelektual masing-masing individu.
Copyrights © 2023