Pelaksanaan ANBK merupakan salah satu bentuk asesmen literasi numerasi. Namun, hasil ANBK tidak dapat menggambarkan kemampuan tersebut secara individu. Peneliti tertarik untuk menelaah literasi numerasi siswa SMP. Kemudian, pada pembelajaran abad-21 terdapat kebijakan berupa penerapan 4C untuk setiap pembelajaran. Berpikir kritis dan kreatif termasuk ke dalamnya, maka dari itu peneliti ingin meneliti kedua kemampuan berpikir tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan antara literasi numerasi terhadap kemampuan berpikir kritis, literasi numerasi terhadap kemampuan berpikir kreatif, dan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMP di Kecamatan Curug. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, tepatnya paradigma ganda dengan dua variabel terikat dan satu variabel bebas. Teknik korelasi sederhana dengan koefisien korelasi Pearson Product Moment digunakan pada penelitian ini dalam mencari hubungan antara masing-masing variabel. Pada teknik tersebut diperoleh nilai korelasi sebesar 0,345; 0,207; dan 0,406 dengan sampel sebanyak 373 siswa. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kemampuan literasi numerasi terhadap kemampuan berpikir kritis, literasi numerasi terhadap kemampuan berpikir kreatif, dan kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMP di Kecamatan Curug.
Copyrights © 2023