Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020

Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Luas Daerah Resapan Air Di Sub DAS Laut Tawar

Imam Cato Reyhan (Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)
Purwana Satriyo (Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)
Susi Chairani (Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
01 Feb 2020

Abstract

Abstrak.  Kekritisan pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat disebabkan karena kurangnya daerah yang menjadi resapan air, dimana daerah resapan air semakin berkurang dikarenakan perubahan lahan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, seperti penebangan hutan dan pembangunan pemukiman pada daerah yang seharusnya menjadi tempat konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan penggunaan lahan terhadap luas daerah resapan air serta mengetahui limpasan permukaan yang terjadi pada Sub DAS Laut Tawar. Analisis daerah resapan dilakukan dengan perbandingan antara infiltrasi potensial dan aktual, sedangkan analisis limpasan permukaan dengan menggunakan Soil Conservation-Service Curve Number (SCS-CN). Hasil dari penelitian daerah resapan air di Sub DAS Laut Tawar dari tahun 2014-2018 diperoleh luas daerah resapan air sebesar 33169,83 ha, yang terdiri dari 4 (empat) kategori yaitu kondisi baik, normal alami, mulai kritis dan agak kritis. Persentasi luas dari tiap kondisi resapan air adalah : 1) Kondisi baik (66,29%, 87,02%, 81,94%, 81,99%, 82,03%); 2) Kondisi normal alami (27,09%, 3,97%, 8,43%, 8,39%, 8,34%); 3) Kondisi mulai kritis (6,57%, 8,87%, 9,49%, 9,49%, 9,49%); dan 4) Kondisi agak kritis (0,05%, 0,13%, 0,13%, 0,13%, 0,13%,). Limpasan permukaan yang terjadi pada tahun 2014-2018 di Sub DAS Laut Tawar berdasarkan kondisi daerah resapan air yaitu : 1) Kondisi baik (16,51 mm, 69,34 mm, 14,50 mm, 23,42 mm, 33,42 mm); 2) Kondisi normal alami (24,35 mm, 239,07 mm, 47,06 mm, 82,78 mm, 91,50 mm); 3) Kondisi mulai kritis (127,60 mm, 395,31 mm, 173,76 mm, 308, 27 mm, 307,74 mm); dan 4) Kondisi agak kritis (155,86 mm, 351,58 mm, 151,13 mm, 268,43 mm, 269,42 mm).Kata kunci : DAS, Daerah Resapan, Limpasan PermukaanThe Impact of Land Use Changes on Catchment Water Areas in The Sub Watershed of Laut TawarAbstract. Watershed impaiment could be caused by a lack of water catchment areas, where water catchment areas were decreasing due to land changes, such as deforestation and development. This study aimed to determine the impact of land use changes on area of water catchment and determine the surface runoff that occured in the Sub Watershed of Laut Tawar. The analysis of infiltration area was conducted by comparing the potential and actual infiltration, whereas the surface runoff analyzed by using Soil Conservation Curve Number (SCS-CN). The results showed that the water catchment areas in the sub watershed of Laut Tawar from 2014-2018 was 33169.83 ha, and classified into 4 categories : 1) Good (66.29%, 87.02%, 81.94%, 81.99%, 82 , 03%); 2) Naturally normal (27.09%, 3.97%, 8.43%, 8.39%, 8.34%); 3) Getting critical (6.57%, 8.87% , 9.49%, 9.49%, 9.49%); and 4) Rather critical (0.05%, 0.13%, 0.13%, 0.13%, 0.13%,). Surface runoff that occured in 2014-2018 based on water catchment conditions, : 1) Good (16.51 mm, 69.34 mm, 14.50 mm, 23.42 mm, 33.42 mm); 2) Naturally normal (24.35 mm, 239.07 mm, 47.06 mm, 82.78 mm, 91.50 mm); 3) Getting critical (127.60 mm, 395.31 mm, 173.76 mm, 308, 27 mm, 307.74 mm); and 4) Rather critical (155.86 mm, 351.58 mm, 151.13 mm, 268.43 mm, 269.42 mm).Keywords: Watershed, Catchment Area, Surface Runoff

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

JFP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) ...