Artikel ini bertujuan untuk memaparkan struktur Ulangan 6:1-25 dengan menggunakan pendekatan sinkronis. Pendekatan ini menempatkan ay. 4, yang didalamnya tercantum pernyataan keesaan Tuhan (shema) sebagai pusat dari pasal itu, dan diikuti dengan tiga bagian lainnya: serangkaian perintah dalam bentuk w perfek (ay. 5-9), paparan berkat (protasi) dan syarat (apodosis) di ay. 10-19, kinderkatechese (ay.20-25) dan ay. 1-3 adalah pendahuluan untuk semuanya itu. Struktur tersebut digunakan untuk menjelaskan spiritualitas pentakosta yang terbangun di atas dasar pengakuan terhadap keesaan Tuhan. Dan berdasasrkan pengakuan tersebut spiritualitas pentakosta harus meliputi bagian berikut: ortodoksi, ortopraksi dan ortopati yang dilanjutkan dengan kesadaran untuk mewariskannya pada generasi berikutnya.
Copyrights © 2022