Damar mata kucing (Shorea javanica) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang telah banyak dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Desa Pahmungan dan Desa Pajar Bulan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Penurunan minat masyarakat dalam mengelola repong damar salah satunya disebabkan oleh turunnya harga resin damar. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada tangga 21 – 23 Oktober 2022 ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang alternatif pemasaran damar agar mereka tetap memperoleh harga jual yang sesuai. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan Focus Group Discussion (FGD). Peserta PKM sebanyak 11 orang adalah perwakilan tokoh masyarakat dari 2 desa Pahmungan dan Pajar Bulan. Hasil PKM menunjukkan bahwa pemasaran damar yang selama ini dilakukan oleh masyarakat masih secara konvensional. Di lokasi diketahui adanya satu saluran pemasaran damar yaitu dari petani – pengepul tingkat desa – PT Indo Gala Murni Pratama – Ekspor. Setelah diberikan ceramah oleh tim dosen dan mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung beserta mitra yang kemudian diikuti dengan FGD pengetahuan dan pemahamam masyarakat tentang pemasaran damar mata kucing meningkat. Lebih rinci, peningkatan pemahaman masyarakat yaitu tentang alternatif pemasaran damar berdasarkan kondisi pasar dan budidaya damar mata kucing. Berdasarkan hasil pre-test dan posr-test peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kondisi pasar yaitu dari 52,73 menjadi 92,72 atau meningkat 39,99. Peningkatan pemahaman pada budidaya damar mata kucing yaitu 69,09 dan 98,18 atau meningkat 29,09.
Copyrights © 2023