Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan
Vol 2, No 1 (2023): June

Penyuluhan Konservasi Sumber Daya Hutan melalui Skema Hutan Kemasyarakatan (HKm)

Yudi Safril Ariza (Program Studi Magister Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia)
Bainah Sari Dewi (Program Studi Magister Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia)
A. Nizam Syahiib (Program Studi Magister Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia)
Wulan Ayu Lestari (Program Studi Magister Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia)
Cindy Yoeland Violita (Program Studi Magister Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia)
Elza Wahyuni (Program Studi Magister Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia)
Sugeng Prayitno Harianto (Program Studi Magister Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia)
Gunardi Djoko Winarno (Program Studi Magister Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2023

Abstract

Hutan kemasyarakat (HKm) merupakan salah satu skema perhutanan sosial yang tujuan utamannya adalah melakukan pengelolaan dan pemanfaatan hutan berbasis pemberdayaan masyarakat. Konsep ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan dan mempertahkan kelestarian SDA. Perlu adanya keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaanya. Salah satunya adanya kegiatan penyuluhan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat khususnya dalam aspek konservasi lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan peningkatan masyarakat terhadap kegiatan penyuluhan konservasi sumber daya hutan. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan menggunakan analisis pre test dan post test untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta penyuluhan.  Berdasarkan hasil kegiatan, terdapat peningkatan pemahaman peserta sebesar 20.09%. Peningkatan ini didasarkan pada kemampuan masyarakat menagkap materi yang disampaikan. Variabel yang mempengruhi terhadap peningkatan peserta yaitu pada aspek kelembagaan dan peran stakeholder. Namun, terdapat aspek yang mengalami peningkatan yang cukup rendah yaitu koservasi keanekarahaman hayati. Sehingga, perlu adanya upaya keberlanutan terhadap kegiatan dalam aspek praktik.

Copyrights © 2023