Artikel ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan distribusipendapatan di Indonesia selama awal pembangunan (adjustment period) dan sebagaidampak krisis ekonomi menggunakan unbalanced panel method untuk 26 propinsi diIndonesia (tidak termasuk Timor Timur, Bangka Belitung, Banten, dan Gorontalo) untukperiode 1980-2002.Selama periode awal pembangunan (adjustment period), meskipun kemiskinan diIndonesia mengalami penurunan yang signifikan, namun ketimpangan distribusi cenderung konstan. Lebih jauh, isu ini menghangat sejak Indonesia mengalami keterpurukan akibat krisis ekonomi tahun 1997-1998.Studi empiris ini memberikan hasil bahwa semua variabel sosial ekonomi, yaituexpenditure per capita, school enrolment, poor people, average household size, populationdensity, dan revenue per capita, dan variabel yang menunjukkan krisis ekonomi signifikanmempengaruhi ketimpangan distribusi di Indonesia. Permasalahannya kemudian bukansaja ketimpangan distribusi, namun juga munculnya isu disintegrasi yang semakin marak.Oleh karena itu dalam artikel ini direkomendasikan bahwa kebijakan pemerintahseharusnya difokuskan kepada variabel kebijakan yang signifikan mempengaruhiketimpangan distribusi di Indonesia termasuk di dalamnya implementasi desentralisasiyang masih merupakan tantangan besar dalam menjawab isu disintegrasi.Kata kunci: Inequality, poverty, economic crises, adjusment period
Copyrights © 2004