Artikel ini menganalisis peran pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjangdi sebagian besar negara Asia Pasifik yang mempunyai kesamaan latar belakang ekonomi,periode 1980-2000. Studi yang menggunakan âunbalanced panel methodâini memberikan hasil bahwa koefisien pangsa pengeluaran pemerintah terhadap GDP adalah negatif signifikan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Hubungan negatif ini menunjukkan bahwa komponen konsumsi mendominasi pengeluaran anggaranpemerintah. Hasil ini sejalan dengan kenyataan bahwa sebagian besar negara-negara dikawasan ini menemui masalah dalam manajemen pengeluaran pemerintah. Jadipengeluaran yang besar untuk konsumsi bagi kepentingan pemerintah sendiri menutupiefek positif investasi publik.Namun demikian, koefisien penerimaan pajak menunjukkan tanda positif. Hasil yangsignifikan menjelaskan adanya hubungan yang kuat antara penerimaan pajak danpertumbuhan ekonomi di mana meningkatnya penerimaan pajak mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah sebaiknya mendukung akumulasi penerimaan pemerintah yang mempunyai peran potensial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.Selain itu, studi empiris ini juga menunjukkan bahwa di antara variabel yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, menurut argumen teori pertumbuhan neoklasik,hanya variabel investasi modal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi untuk negara di kawasan Asia Pasifik dalam analisis.Akhirnya, dalam artikel ini juga direkomendasikan studi lebih jauh yaitu analisis perankebijakan fiskal dalam pertumbuhan ekonomi yang memisahkan antara kebijakan fiskaluntuk kepentingan yang produktif, seperti investasi publik, dan kepentingan yang tidakproduktif, seperti konsumsi rutin.Keywords: economic growth, government expenditure, tax revenue, fiscal policy
Copyrights © 2004