Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai kesulitan membaca permulaan yang dialami peserta didik, untuk mengetahui faktor yang menghambat peserta didik dalam kesulitan membaca permulaan, Serta untuk mengetahui solusi mengatasi kesulitan membaca permulaan peserta didik dikelas I SDN 26 Ampenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian kualitatif juga disebut dengan metode penelitian naturalistic. Penelitian ini dilakukan di SDN 26 Ampenan yang terletak di Jalan Bungkarno No.112, Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, dengan melibatkan siswa-siswi kelas 1 di SDN 26 Ampenan. Informan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Guru Wali kelas 1, Siswa-siswi kelas 1 serta kepala sekolah. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis terhadap 25 siswa maka diperoleh data 10 siswa menghadapi kesulitan membaca permulaan. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa tingkat membaca permulaan pada siswa kelas I di SDN 26 Ampenan tergolong “Belum Baik”. Kesulitan yang sering di temui dalam diri siswa anatara lain: 1)kesulitan mengenal huruf, 2) kesulitan membaca kata, 3) membaca kata yang tidak mempunyai arti, dan 4) Kelancaran membaca nyaring dan pemahaman bacaan. Faktor yang mempengaruhi kesulitan tersebut seperti kurangnya minat belajar siswa, siswa tidak sekolah taman kanak-kanak serta kurangnya dukungan keluarga dalam membaca. Adapun solusi yang diterapkan guru untuk mengatasi permasalahan siswa dalam Kesulitan Membaca Permulaan di kelas I di SDN 26 Ampenan yaitu; 1) guru mengadakan jam tambahan bagi siswa yang masih kesulitan membaca permulaan, 2) guru memberikan perhatian lebih dan khusus untuk siswa yang masih tidak bisa membaca permulaan, 3) huruf dijadikan bahan nyanyian, dan 4) menampilkan huruf dan mendiskusikan bentuk (karakteristiknya) khususnya huruf-huruf yang memiliki kemiripan bentuk (misalnya p, b, d, m, dan n).
Copyrights © 2023