Penyakit hipertensi adalah penyakit yang menjadi gangguan tekanan darah pada manusia yang diketahui melalui hasil pengukuran tekanan darah yaitu >140mmHg/90mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola konsumsi makanan laut (seafood) yang terdiri dari jenis, frekuensi dan jumlah makanan laut dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir di Wilayah Kerja Puskesmas Lewolaga. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan studi cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lewolaga dengan jumlah sampel 206 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistic chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara umur dengan kejadian hipertensi (p=0,000), keeratan hubungannya 0,257 dan ada hubungan antara pola konsumsi makanan laut (seafood) dengan kejadian hipertensi (p=0,000), keeratan hubungannya 0,751 pada masyarakar pesisir. Jenis makanan laut yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah cumi-cumi. Sedangkan yang tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir di wilayah kerja Puskesmas Lewolaga adalah jenis kelamin (p=0,066) dan pendidikan (p=0,367). Diharapkan masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai sumber terpercaya terutama tenaga kesehatan (penyuluhan atau konseling) terkait pola konsumsi makanan laut (seafood) untuk mencegah terjadinya hipertensi.
Copyrights © 2023