Kulit jeruk nipis dan kulit bawang dayak merupakan limbah yang masih memiliki kandungan senyawa aktif berupa flavonoid yang berpotensi sebagai zat anti bakteri. Bau kaki yang tidak sedap dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri karena dapat mengganggu kenyamanan orang-orang sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi penggunaan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan ekstrak kulit bawang dayak (Eleutherine bulbosa) terhadap bakteri penyebab bau kaki. Metode penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dan dua ulangan. Faktor I adalah konsentrasi ekstrak kulit jeruk nipis (K) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : K1 = 10%, K2 = 15%, K3 = 20%, K4 = 25% dan faktor II adalah konsentrasi ekstrak kulit bawang dayak (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : D1 = 10%, D2 = 15%, D3 = 20%, D4 = 25%. Parameter yang diamati yaitu pH, anti bakteri, organoleptik warna dan organoleptik aroma. Hasil penelitian menunjukkan interaksi keduaper lakuan memberikan pengaruh berbeda nyata (p0,05) pada parameter pH, memberikan pengaruh tidak nyata (p0,05) pada parameter anti bakteri dan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (p0,01) pada parameter organoleptik warna dan organoleptik aroma.Kata Kunci: Kulit Jeruk Nipis, Kulit Bawang Dayak, Bau Kaki, Anti Bakteri
Copyrights © 2021