Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas beberapa pestisida nabati dalam mengendalikan hama kutu beras (sitophilus oryzae) dan untuk mengetahui jenis varietas beras apa yang paling tahan terhadap serangan hama kutu beras ini. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap fakrotial ( RAL faktorial) dengan 2 faktor, faktor pertama dengan beberapa jenis pestisida nabati yaitu: P0= Kontrol ( Tanpa Perlakuan) P1= Ekstrak Pandan Wangi, P2= Ekstrak Daun Sirsak, P3= Ekstrak Bawang Putih dengan dosis yang sama pada setiap pestisida yaitu 7,5 gram/sampel dan faktor kedua dengan penggunaan beberapa varietas beras yaitu: V1= IR64, V2= IR42, V3= Infari dan V4= Log Green dengan dosis yang sama pada setiap perlakuan yaitu: 300 gram/sampel. Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang di ulang sebanyak 3 kali yang menghasilkan 48 satuan plot/sampel percobaan, jumlah sampel per ulangan 16 sampel dengan semuanya merupakan sampel pengamatan. Parameter yang di ukur adalah Mortalitas hama, Gejala kematian hama secara visual, varietas beras yang tahan terhadap hama sitophilus dan beras yang mengalami kerusakan paling tinggi akibat serangan hama sitophilus. Data hasil pengamatan yang di analisis menggunakan analisis of varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi beberapa pestisida nabati dan beberapa varietas beras berpengaruh nyata terhadap parameter Seperti: mortalitas hama, beras yang tahan terhadap serangan hama s. oryzae yaitu varietas IR64. serta beras yang mengalami kerusakan paling tinggi terdapat pada perlakuan Log grein.Kata Kunci: Mortalitas Hama, Varietas Tahan, Kerusakan Beras, Hama Sitophilus
Copyrights © 2022