Siput gonggong merupakan makhluk hidup laut yang termasuk dalam filum moluska dari kelas gastropoda yang biasa mudah ditemukan di laut dangkal. Di Kepulauan Riau khususnya kabupaten Bintan, siput gonggong sudah sejak dahulu dijadikan bahan utama wisata kuliner yang diburu oleh para wisatawan. Siput gonggong pada umumnya dimanfaatkan penduduk dengan cara direbus, digoreng, dan dikukus. Dalam penelitian ini akan dilakukan eksperimen pengembangan manfaat siput gonggong menjadi bahan dasar pembuatan produk siomay. Rumusan masalah yang menjadi dasar penelitian ini adalah bagaimana tingkat kesukaan dari panelis terhadap aspek rasa, aroma, warna, dan tekstur pada hasil produk siomay yang menggunakan substitusi bahan dasar siput gonggong. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah mempromosikan siput gonggong khas kepulauan Riau dalam bentuk produk siomay yang dapat didistribusikan ke luar pulau Bintan sebagai oleh-oleh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan teknik analisa data validitas pearson, reliabilitas spearman brown, dan one way ANOVA. Hasil dari penelitian ini adalah sampel siomay berbahan dasar 50% daging ayam dan 50% siput gonggong mendapatkan penilaian tertinggi dari aspek rasa, aroma, warna, dan tekstur. Saran untuk penelitian berikutnya dapat melakukan penelitian terhadap kandungan nutrisi siomay, kemasan yang sesuai, dan strategi pemasaran
Copyrights © 2020