Penelitian ini menganalisis fenomena tradisi membawa mushaf saat shalat sunnah tahajud dan dhuha secara berjamaah di pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Darussalam Jombang. Praktik demikian memiliki keunikan yang barangkali tidak terjadi di pesantren-pesantren lain. Sebab tradisi demikian memiliki tujuan tertentu yaitu para santri yang menjadi makmum diwajibkan membawa mushaf Al-Qur’an untuk menyimak hafalan Al-Qur’an yang dibaca imam dengan menggunakan maqra’ setengah juz. Menyimak hafalan imam dengan menggunakan mushaf bisa membantu meningkatkan kekhusyu’an dalam beribadah. Adapun bagi santri yang belum menghafalkan maupun yang belum mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an, hal ini dapat membantu memudahkan proses yang sedang dijalani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi, observasi, dan wawancara. Sedangkan untuk analisis data menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz yang memahami sebuah fenomena memiliki dua motiv, yakni because motive dan in order to motive (tujuan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi membawa mushaf saat shalat berjamaah di PPTQ Darussalam adalah sebagai bentuk upaya kiai mendawamkan tradisi yang pernah diajarkan di pondoknya. Sedangkan tujuannya agar mentradisikan murajaah melalui shalat berjamaah.
Copyrights © 2023