Fenomena flexing di media sosial dapat menaikkan popularitas seseorang dalam membentuk citra diri. Media sosial telah berkembang menjadi platform penting untuk mengembangkan reputasi dan popularitas mereka di era digital modern. Praktik "flexing", yang didefinisikan sebagai memamerkan kekayaan, gaya hidup mewah, dan pencapaian di media sosial. Metode yang digunakan adalah studi literatur tujuan mengkaji dan menggali berbagai macam teori dari buku, jurnal dan sebagainya dengan harapan agar bisa menyebar luas pada masyarakat. Hasil dan pembahasan penelitian adalah Fenomena flexing sebaiknya dihindari karena memunculkan sifat ria atau pamer. Sifat ria tidak dianjurkan bagi umat Islam karena memunculkan dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain. Ria merupakan sifat tercela yang akan membawakan seseorang ke Neraka. Orang-orang yang melakukan kebohongan merupakan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada Ayat-ayat Allah. Sesungguhnya siksaan Allah sangatlah pedih. Kata kunci: fenomena flexing, media sosial, popularitas diri, gaya hidup
Copyrights © 2023