Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah siswa yang membolos sekolah, terutama setelah pandemi COVID-19, di SMP Negeri 1 Pajarakan. Perilaku membolos merupakan perilaku maladaptif yang sering terjadi di sekolah. Perilaku ini muncul akibat ketidakmampuan siswa dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan, serta adanya keyakinan irasional yang mendorong siswa untuk membolos. Jika perilaku membolos siswa tidak ditangani secara cepat dan tepat, dikhawatirkan jumlah siswa yang membolos akan terus meningkat dan berdampak negatif pada diri mereka dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengatasi perilaku membolos siswa di sekolah dengan menggunakan pendekatan konseling kelompok menggunakan teknik cognitive behavior therapy (CBT) dengan teknik cognitive restructuring. Sasaran dari penerapan konseling kelompok CBT dengan teknik cognitive restructuring ini adalah lembaga pendidikan dan pihak terkait yang dapat membantu siswa mengubah keyakinan irasional menjadi rasional, sehingga perilaku membolos dapat teratasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk menjelaskan konsep dan teori-teori yang mendasari teknik cognitive restructuring dalam mengatasi perilaku membolos siswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan intervensi dan program konseling kelompok yang efektif dalam mengurangi perilaku membolos siswa di SMP.
Copyrights © 2023