Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni merupakan program bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program MBR merupakan masyarakat miskin yang tidak mempunyai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Diperlukan adanya kepedulian dalam menyelesaikan permasalahan ini dan diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat mulai dari pemerintah tingkat pusat, pemerintah tingkat daerah, sektor usaha, masyarakat dan pihak yang lain.. Kualitas rumah sebagai tempat tinggal penerima manfaat juga perlu diperhatikan untuk mendukung kelangsungan hidup MBR. Dengan hal tersebut, dibutuhkan kesediaan proses evaluasi dari akibat yang terjadi, apakah sudah sesuai atau belum. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi terkait dengan akibat ataupun dampak dari rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni dalam meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik bagi penerima manfaat di Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel dengan metode gugus bertahap/ cluster sampling dengan penentuan jumlah sampelnya menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10 %. Teknik analisis data menggunakan Statistik Deskriptif dan Mann Whitney U- Test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa tingkat kualitas hidup penerima manfaat dilihat dari aspek kesejahteraan fungsional. Dari hasil uji beda Mann Whitney U-Test , diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan kualitas hidup antara kelompok sasaran dan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni memberikan dampak positif dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik khususnya bagi penerima manfaat di Kabupaten Banyumas.
Copyrights © 2023