Mahasiswa tahun pertama tentu saja akan mengalami masalah maupun kesulitan, yang dapat menyebabkan stres. Mahasiswa awal membutuhkan suatu kemampuan untuk dapat beradaptasi, bertahan, mengatasi dan berkembang di tengah kesulitan agar dapat berfungsi secara normal di berbagai tekanan dan faktor penyebab stres yang disebut resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran resiliensi pada mahasiswa tahun pertama di STIKes Santa Elisabeth Medan. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tahun pertama dengan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan sampel sebanyak 193 responden. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan membagikan kuesioner Connor Davidson Resilience Scale dengan 25 pernyataan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada mahasiswa tahun pertama di STIKes Santa Elisabeth Medan, ditemukan tingkat resiliensi mahasiswa tahun pertama berada pada kategori resiliensi sedang yaitu sebanyak 110 responden (57%), sedangkan yang paling sedikit berada pada kategori rendah sebanyak 13 responden (6,7%). Resiliensi pada perempuan lebih tinggi dibandingan laki-laki dan mahasiswa yang berusia >20 tahun cenderung memiliki resiliensi yang tinggi. Pada aspek resiliensi jika dilihat dari skor tinggi paling banyak adalah aspek menerima perubahan secara positif dan paling sedikit aspek pengendalian diri. Hal ini menunjukkan, mahasiswa tahun pertama di STIKes Santa Elisabeth Medan mampu mengatasi stres maupun beradaptasi, namun masih belum optimal.
Copyrights © 2023