Mahasiswa keperawatan merupakan salah satu kelompok mahasiswa yang ditemukan paling rentan mengalami masalah kesehatan mental seperti stres, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 saat ini. Stres yang dialami oleh mahasiswa sangat berdampak buruk pada kesejahteraan atau well-being mahasiswa itu sendiri. Untuk dapat mencapai well-being yang optimal selama masa pendidikannya, mahasiswa keperawatan memerlukan yang namanya resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan well-being pada mahasiswa Keperawatan FK Unud selama masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 194 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat resiliensi dengan kategori sedang (74,7%) dan well-being dengan kategori sedang (71,6%). Analisis data dengan uji korelasi Spearman Rank dalam penelitian ini menunjukkan hasil p value = 0,000 (<0,05) dan nilai r = 0,616. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara resiliensi dan well-being dengan kekuatan hubungan yang kuat serta arah hubungan yang positif. Hal tersebut berarti semakin tinggi tingkat resiliensi maka tingkat well-being pun akan semakin tinggi. Simpulan penelitian ini yaitu resiliensi dapat mempengaruhi well-being pada populasi penelitian.
Copyrights © 2023