Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan
Vol 2, No 2 (2013): August 2013

Pengaruh fase bulan dan pasang surut terhadap kemunculan pari manta (Manta alfredi) di Perairan Karang Makassar, Taman Nasional Komodo Nusa Tenggara Timur

Muhammad Ichsan (Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Padjajaran)
Dulmi’ad Iriana (Program Studi Perikanan, Universitas Padjajaran)
Muhammad Yusuf Awaluddin (Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Padjajaran)



Article Info

Publish Date
04 Aug 2013

Abstract

Abstract. Karang Makassar is known as Manta point which is located in the Komodo National Park, Indonesia. This location is one of the habitat for manta ray. This research was conducted to find out the relationship between the appereance of manta ray with lunar pattern and tidal cycle. Observation data was collected from September to October 2012. Photo ID method was used to assess the number of manta ray appeareance. Lunar pattern data was obtained from USNO NAVY database, and tidal cycle was obtained from WX Tide Prediction Server. The result shows that from 20 dives, the highest average number of manta rays appearance was during full moon by 9,8 individual per dive. Meanwhile, during half moon and new moon were only 3 individual appearances per dive. On the other hand, based on tidal cycle, the highest manta rays appeareance was found during rising by 6,5 individual per dive, on falling by 4,4 individual per dive, and the lowest on slack by 3,4 individual per dive. We suggest that the best time for seeing manta rays in this location is during full moon and raising time.  Keywords: Manta rays; Lunar patterns; Tidal cycle; National Komodo Park  Abstrak. Perairan Karang Makassar, dikenal sebagai Manta Point yang berada di Taman Nasional (T.N.) Komodo, Indonesia. Lokasi ini merupakan salah satu habitat bagi pari manta. Penelitian kali ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kemunculan  pari manta dengan fase bulan dan pasang surut. Pengambilan data dilakukan pada bulan September – Oktober 2012. Metode Photo ID dipergunakan untuk menhitung jumlah individu kemunculan pari manta. Sedangkan untuk data fase bulan diperoleh dari USNO NAVY berupa persentasi cahaya bulan, sedangkan untuk pasang surut didapatkan dari WX Tide Prediction Server. Hasil menunjukkan bahwa dari 20 kali penyelaman, rata-rata kemunculan tertinggi terjadi saat fase bulan penuh sebesar 9,8 individu per penyelaman. Pada bulan setengah jumlah kemunculan paling sedikit yaitu 3 kemunculan per penyelaman, sama dengan fase bulan baru yaitu 3 kemunculan per penyelaman. Sementara itu berdasarkan pola pasang surut, diperoleh rata-rata jumlah individu tertinggi yang muncul yaitu pada pada saat pasang sebanyak 6,5 individu per penyelaman, saat surut sebesar 4,4 individu per penyelaman, sedangkan pada saat kendur paling sedikit  yaitu sebesar 3,4 individu per penyelaman. Kami menyarankan bahwa waktu yang terbaik untuk melihat pari manta di lokasi ini adalah pada saat bulan penuh dan saat pasang.Kata kunci: Pari Manta; Fase Bulan;  Pasang Surut; Taman Nasional Komodo

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

depik

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Education Engineering

Description

Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a ...