Jurnal PERKUSI: Pemasaran, Keuangan dan Sumber Daya Manusia
Vol 2, No 2 (2022): PERKUSI

Faktor Ketertarikan Minuman Kopi Kekinian Terhadap Keputusan Membeli Konsumen di Kalangan Anak Muda

Febrianto Hermawan (Universitas Pamulang)
Nurbaety Nurbaety (Universitas Pamulang)
Deviana Oktoria (Universitas Pamulang)
Hengky Mayer Pardede (Universitas Pamulang)
Kasmad Kasmad (Universitas Pamulang)



Article Info

Publish Date
06 Apr 2022

Abstract

Jenis minuman kopi kekinian marak di kalangan anak muda. Persaingan antar kedai usaha minuman tersebut terlihat dari munculnya berbagai kedai kopi unik. Untuk itu, penulis tertarik untuk meneliti faktor ketertarikan minuman kopi kekinian terhadapkeputusan membeli konsumen kalangan muda. Riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan teknik purposive sampling, responden diambil dari kalangan muda di sekitar Jakarta, Tangerang dan Bekasi yang suka minuman kopi. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang didapat di lapangan ditemukan terdapat beberapa faktor ketertarikan sehingga terdapat keputusan membeli pada kalangan muda yakni faktor tempat yang nyaman, pelayanan yang ramah, faktor rasa yang enak dengan banyak varian, faktor nama resto dan nama menu yang unik menjadikan ada ketertarikan untuk membeli. Di samping itu faktor harga yang cukup terjangkau, kemasan dengan design kreatif serta menarik. Selain itu ditemukan juga adanya faktor pribadi, sosial dan psikologi menjadi salah satu faktor ketertarikan membeli minuman kopi kekinian di kalangan muda. Dengan demikian diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi pembisnis di bidang kuliner minuman kop, serta penelitian selanjutnya dalam meneliti bisnis di bidang ini.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JIPER

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

Jurnal PERKUSI adalah jurnal yang fokusnya dan lingkupnya mempublikasikan artikel ilmiah tentang Pemasaran, Keuangan dan Sumber Daya Manusia yang merupakan hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama) dan artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas) dari berbagai kalangan akademisi ...