Kajian ini menganalisis perilaku keuangan yang Islami ditinjau dari perspektif perilaku konsumen. Kajian ini meninjau faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan niat konsumen terhadap keuangan yang Islami di Indonesia. Dari hasil analisis yang dilakukan, diketahui bahwa sikap, motivasi agama dan kesadaran merupakan faktor penting yang mempengaruhi keinginan masyarakat dalam menggunakan produk perbankan syariah. Perbankan Islam pertama kali diperkenalkan pada awal 1970-an, sebagai alternatif keuangan yang tidak menggunakan sistem bunga.Konsep utama perbankan Islam yang diperkenalkan adalah prinsip berbagi risiko, bebas dari eksploitasi, dan kegiatan keuangan yang tidak mengandung unsur riba. Dengan demikian, perbankan Islam menawarkan alternatif yang berbeda dibandingkan perbankan konvensional. Dengan menekankan prinsip Islam dalam perbankan Islam, ikut menentukan perilaku keuangan pada sisi nasabah sebagai konsumen produk keuangan. Perilaku keuangan bertujuan untuk menjelaskan bagaimana bagaimana perilaku manusia dalam mempertimbangkan kerugian dan keuntungan dalam menggunakan produk keuangan. Perilaku ini juga terkait pada bagaimana mereka membuat keputusan dalam mengejar keuntungan yang diinginkan. Bagaimanapun, kegiatan dalam investasi keuangan memiliki risiko yang tinggi terhadap risiko kerugian. Sehingga nasabah akan berusaha menghindari risiko. Faktor psikologis menjadi fokus penting untuk diperhatikan dalam perilaku keuangan masyarakat yang akan berinvestasi dengan uang mereka, khususnya pada perbankan Islam. Hasil analisis dalam kajian ini menjelaskan perilaku masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait keputusan dalam menggunakan produk bank Islam, dibandingkan dengan bank konvensional. Kata Kunci: Bank Islam; Perilaku Keuangan; Risiko Keuangan
Copyrights © 2023