Permintaan dracaena dari luar negeri terus meingkat dan belum terpenuhi. Indonesia memiliki kesesuaian iklim dan lahan untuk ditanami tanaman hias dracaena. Produksi dalam negeri masih rendah dan menunjukan trend fluktuatif, salah satu penyebabnya adalah penanganan resiko yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko dan menangani risiko yang sesuai pada usaha tanaman hias Dracaena di PT. STU. Desain penelitian yang digunakan adalah desain kualitatif, data yang digunakan adalah data primer (dari perusahaan) dan secunder, analisis yang digunakan adalah House of Risk (HOR), penelitian dilakukan bulan Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 28 kejadian risiko dan 21 sumber risiko pada usaha tanaman hias Dracena di PT STU. Agregat potensi risiko utama meliputi serangan hama/penyakit (budidaya dan pasca panen), pemeliharaan tanaman belum optimal, iklim/cuaca tidak menentu, pascapanen belum optimal, penanaman tidak serempak, kurang input produksi, waktu/cara panen tidak tepat. Sumber risiko utama adalah serangan hama/penyakit. Penanganan resiko prioritas adalah membentuk tim penanganan dan pemeliharaan tahap pascapanen, pengendalian hama penyakit dan pergiliran panen. Penanganan resiko tersebut untuk meminimalisir terjadinya risiko di tahap pascapanen, seperti mencegah serangan penyakit dan menjaga kualitas tanaman sebelum pengiriman ke konsumen.Kata Kunci: Dracena, House of Risk, Kejadian resiko, Sumber resiko, Tanaman hias.
Copyrights © 2023