Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri potensial di Indonesia. Tingginya permintaan minyak nilam tidak diikuti oleh produksinya. Produktivitas nilam yang rendah salah satunya disebabkan oleh kurangnya ketersedian bibit bermutu. Salah satu metode alternatif perbanyakan bibit unggul dalam waktu relatif singkat dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa konsentrasi zat pengatur tumbuh Benzile Amino Purin (BAP) terhadap multiplikasi tunas nilam secara in vitro. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2022 di Laboratorium Kultur Jaringan Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan konsentrasi BAP sebagai perlakuannya yang terdiri dari empat taraf, yaitu 0 ppm; 0.5 ppm; 1 ppm dan 1.5 ppm pada media MS (Murashige dan Skoog). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BAP sebanyak 0.5 ppm merupakan perlakuan terbaik yang mampu menghasilkan tunas sebanyak 134.6 tunas.
Copyrights © 2023