Pityrosporum ovale merupakan flora normal kulit yang dapat berasosiasi pada keadaan ketombe. Penggunaan antijamur alami dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat ketombe dan kerusakan kulit lainnya. Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, saponin dan terpenoid yang berpotensi sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antijamur ekstrak dan fraksi daun binahong terhadap jamur Pityrosporum ovale. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian difraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat dan air. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan mengukur daya hambat melalui metode difusi, Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) melalui metode dilusi, dan penentuan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Konsentrasi pada uji daya hambat yaitu 12,5%, 25%, 50% dan 100%. Konsentrasi terendah yang memberikan zona hambat selanjutnya digunakan untuk menentukan nilai KHM dan KBM. Hasil pengukuran zona hambat menunjukkan ekstrak dan fraksi daun binahong memiliki aktivitas antijamur terhadap Pityrosporum ovale. Hasil KHM ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etil asetat dan air berturut-turut 3,125%, 40%, 1,5625% dan 25%. Nilai KBM hanya terlihat pada fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan yaitu sebesar 25% dan 100%. Hasil ini menunjukkan fraksi etil asetat dan n-heksan bersifat fungistatik dan fungisidal sedangkan ekstrak etanol dan fraksi air hanya bersifat fungistatik.
Copyrights © 2023