Pendidikan adalah salah satu isu yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Pendidikan dianggap sebagai sarana untuk mengembangkan potensi, karakter, dan keterampilan individu. Kurikulum merupakan nyawa yang harus dikaji dan diganti dengan terobosan secara berkala sesuai dengan perkembangan zaman khususnya IPTEK. Perkembangan IPTEK yang terjadi tidak bisa dihindari hal ini memberi kemungkinan bahwa pendidikan harus berevolusi dan keluar dari “zona nyaman” yang berlaku. Penelitian ini tergolong dengan jenis penelitian kualitatif yang memerlukan analisis deskriptif. Artikel ini disusun berdasarkan penelitian kepustakaan yang menggunakan kajian pustaka sebagai sumber informasi. Dengan menggunakan analisis deskriftif penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif. Sementara itu, hasil membuktikan bahwa penggunaan Ilmu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran IPAS memiliki peran penting dalam meningkatkan akses informasi, memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi, serta mengembangkan keterampilan digital siswa. Namun, penggunaan TIK juga memiliki dampak negatif, seperti ketergantungan pada teknologi, ketidaksetaraan akses, dan gangguan- distraksi.
Copyrights © 2023