Muhammadiyah telah membuktikan jati dirinya sebagai gerakan Islam berkemajuan. Dalam usia yang telah mencapai lebih daripada seratus tahun, Muhammadiyah berkhidmat untuk Persyarikatan, umat, bangsa dan kemanusiaan. Watak sebagai gerakan wasathiyah (tengahan) menunjukkan Muhammadiyah bersifat terbuka dan dapat membangun relasi kepada berbagai pihak. Watak ini membuktikan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan pluralis yang berkontribusi kepada siapa pun tanpa terikat oleh latar belakang budaya dan agama. Watak dan gerakan yang ditampilkan Muhammadiyah berjalan secara konsisten di tengah berbagai persoalan bangsa yang bergerak ke arah intoleransi dan eksklusifisme. Hadirnya Muhammadiyah dengan jati dirinya yang plural menjadi pilar bangsa yang merekat berbagai perbedaan menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera tanpa diskriminasi. Tulisan ini menganalisis Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua. Pernyataan Pikiran ini mengandung semangat pluralistik yang dibutuhkan dalam konteks berbangsa dan bernegara. Tulisan ini menggunakan menggunakan analisis semantik. Analisis ini digunakan untuk mencermati teks-teks, kemudian dideskripsikan maksud dan tujuan dari teks-teks tersebut.
Copyrights © 2022