Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui kendala komunikasi lintas budaya yang terjadi di antara penjamu wisatawan (hosts) dan wisatawan asing (surfers), motif pengguna Couchsurfing yang menjadi penjamu wisatawan (hosts) di Kota Bandung, serta mengetahui konsep diri dari pengguna Couchsurfing yang menjadi hosts di kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi dari Alfred Schutz. Ada pun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (In-depth Interview), serta observasi yang dilakukan terhadap 7 (tujuh) orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif pengguna Couchsurfing Bandung menjadi penjamu wisatawan (hosts) terbagi menjadi motif eksistensi diri, dan motif pemenuhan diri. Sedangkan kendala komunikasi lintas budaya yang dihadapi oleh hosts dan surfers terbagi ke dalam tiga tahapan yaitu pre-hosting, on-going hosting, dan post-hosting. Konsep diri yang muncul dari pengguna Couchsurfing ini terbagi ke dalam dua hal yaitu sebagai komunikator yang peka akan penggunaan pesan non-verbal, serta sebagai aktor multikultural.
Copyrights © 2023