Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah
Vol. 5 No. 1 (2023): Juni

The Salafi Da'wah Movement and its Implications on Religious Rituals in Kota Sungai Penuh

Faizin, Faizin (Unknown)
Afridawati, Afridawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2023

Abstract

The focus of this article is to analyze the Salafi da'wah movement and its influence on the religious rituals of the people in Sungai penuh City. Salafi da'wah is a movement that calls Muslims to the basis of religion, namely the Qur'an and Hadits, as well as trying to really religion by using reason so that it can answer the changing times. The method used is a field method, with data collection techniques that are direct observation to see the religious rituals that are applied in the community. The result of the analysis is that the salafi movement does not accept the interpretation of religion by reason of all issues based on the Quran and the Sunnah of the Prophet Muhammad SAW. Salafiyyah does not see the contradiction between reason and the Qur'an. However, the mind has no power to interpret, interpret, or decipher the Qur'an, except within the limits permitted by the words (language) and corroborated by the Hadits. Then the mind will be justified and submitted to the revelation, then it will be brought closer to the mind. There is a different perception in the people of Sungai Penuh city that there are those who accept and reject the salafi movement more, but are more likely to like to bid'ah some existing rituals such as the Prophet's Muhammad SAW birthday ceremony, Ta'ziyah, grave pilgrimage and other ceremonies. Fokus kajian artikel ini adalah menganalisis gerakan dakwah salafi dan pengaruhnya terhadap ritual keagamaan masyarakat di Kota Sungai penuh. Dakwah salafi merupakan gerakan yang menyeru kepada umat Islam kepada dasar agama yaitu Al-Qur’an dan hadits, serta berusaha sungguh-sungguh agama dengan menggunakan akal sehingga dapat menjawab perubahan zaman. Metode yang digunakan adalah metode lapangan, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi secara langsung melihat ritual-ritual keagamaan yang diterapkan di tengah masyarakat. Hasil analisisnya adalah gerakan salafi tidak menerima interpretasi agama dengan akal semua masalah berdasarkan al-Quran dan Sunnah Nabi saw. Salafiyyah tidak melihat kontradiksi antara akal dan Al-Qur'an. Namun, akal pikiran tidak mempunyai kekuasaan untuk menakwilkan, menafsirkan, atau menguraikan Qur'an, kecuali dalam batas-batas yang diizinkan oleh kata-kata (bahasa) dan dikuatkan oleh Hadits. Kekuasaan akal pikiran sesudah itu tidak lain hanya membenarkan dan tunduk kepada wahyu, kemudian mendekatkannya kepada alam pikiran. Ada persepsi yang berbeda pada masyarakat Kota Sungai Penuh yaitu ada yang menerima dan yang menolak gerakan salafi lebih, namun lebih cenderung suka membid'ah beberapa ritual yang ada seperti upacara Maulid Nabi, Ta'ziyah, ziarah kubur dan upacara lainnya.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

ishlah

Publisher

Subject

Religion

Description

Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah is a journal that publishes current original researches on ushuluddin, adab and dakwah phenomenon and studies related to social and cultural context in Indonesia in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies. The focus study of ...