Panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang terbarukan dan masih belum dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia. Alterasi merupakan salah satu penciri adanya aktivitas panas di bawah permukaan bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi panas bumi di daerah Parangtritis berdasarkan kehadiran alterasi batuan yang berkaitan dengan sistem panas bumi, serta hubungannya dengan manifestasi mata air panas Parang Wedang. Dalam penelitian ini digunakan analisis data sekunder mengacu pada penelitian sebelumnya dan analisis data primer dengan melakukan analisis mineralogi serta petrologi pada batuan alterasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan mineral epidot, klorit dan serisit, montmorillonit, kalsit dan hematit pada batuan lava andesitik. Mineral tersebut mencirikan bahwa daerah penelitian termasuk ke dalam zona alterasi hidrotermal tipe Propilitik yang terbentuk pada temperatur 200o-300oC dan tipe Argilik yang terbentuk pada temperatur 100o – 300oC. Alterasi Argilik tersebut dapat diinterpretasikan sebagai lithocap pada sistem panas bumi. Selain itu, suhu manifestasi air panas di reservoir sekitar 115oC berdasarkan penarikan suhu pada mineral yang ada di permukaan. Daerah penelitian memiliki potensi panas bumi, tetapi bukan sebagai pembangkit listrik melainkan sebagai lokasi wisata yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan memperkaya literatur yang membahas tentang potensi panas bumi di Parangtritis, khususnya di Parang Wedang.Kata Kunci: Alterasi; Mineralogi; Panas Bumi; Parang Wedang; Petrologi
Copyrights © 2022