Komunikasi merupakan suatu kegiatan berinteraksi yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Namun dalam membangun komunikasi tentu banyak mengalami hambatan (noise) khususnya bagi masyarakat Indonesia. Seperti yang diketahui masyarakat Indonesia tergolong masyarakat heterogen, karena terdiri dari berbagai ragam suku, budaya, agama, Bahasa dan adat istiadat. Sehingga disitulah peran komunikasi antar budaya. Komunikasi antar budaya merupakan interaksi yang dilakukan individu kepada individu dan masyarakat yang lainnya yang berbeda latar belakang baik suku, ras, bangsa, budaya, bahasa dan sebagainya. Dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami satu sama lain. Komunikasi antar budaya juga tidak dapat terlepas dari Al-Qur’an yang menjadi landasan atau pedoman dalam proses berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan relevansi dan menganalisis komunikasi antarbudaya perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode library research (penelitian Pustaka) dengan pendekatan tafsir tematik. Sumber data utama dan paling utama dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir yang dibatasi pada kitab-kitab yang dipandang refresentatif. Studi ini menemukan beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai komunikasi antarbudaya yang bisa dijadikan pedoman dalam menjalin komunikasi serta bagaimana menyelesaikan konflik antarbudaya maupun kelompok. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Qs. Al-Hujurat: 13, Qs. Al-Kafirun: 6, dan QS. Ali Imran Ayat 103.
Copyrights © 2023