Biji dan daging labu madu dapat dimanfaatkan sebagai yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi filtrat biji dan filtrat daging labu madu serta lama fermentasi terhadap karakteristik fisik, kimia, mikrobiologi dan organoleptik yoghurt probiotik serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor yaitu proporsi filtrat biji dan daging buah labu madu ((90:10), (80:20), (70:30)) v/v dan lama fermentasi (20 jam, 22 jam, 24 jam) dengan tiga kali ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA 5% dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perlakuan terbaik filtrat biji: filtrat daging buah (80:20) dengan lama fermentasi 22 jam menghasilkan yoghurt probiotik dengan karakteristik: total BAL 9,24 log CFU/ml; total asam tertitrasi (TAT) 1,49%; pH 3,89 ; padatan terlarut 21,953°Brix; viskositas 1011 m.Pas dan N-amino 2,513%;, sedangkan uji organoleptik (hedonik) menunjukkan rata-rata skor kesukaan warna 5,13 (agak suka), aroma 3,60 (agak tidak suka), rasa 5,73 (agak suka), dan tekstur 4,87 (biasa) total bakteri probiotik Bifidobacterium bifidum 7,39 log CFU/ml, betakaroten 2,64 µg/ g, serat pangan 5,725 %.
Copyrights © 2023