Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi

1035325 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif

Tirta Anggraini (Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang)



Article Info

Publish Date
28 Dec 2020

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Menyusui merupakan investasi terbaik untuk kelangsungan hidup serta meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa. Walaupun angka inisiasi menyusui secara global relatif tinggi, tapi hanya 40% dari semua Bayi dibawah umur 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai usia 24 bulan.Praktik menyusui secara optimal menurut rekomendasi, dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian Anak dan 20.000 kematian Ibu setiap tahun.Menurut World Health Assembly (WHA),Target pemberian ASI yaitu minimal pemberian 50% ASI Eksklusif selama usia 6 bulan saat mencapai tahun 2025 Menurut data Kementrian Kesehatan (2018), Indonesia memiliki cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2018 yaitu sebesar 68,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2018 yaitu 47%. Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Jawa Barat (90,79%), sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Gorontalo (30,71). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor apa saja yang berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di puskesmas social Palembang Tahun 2019 . Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner, populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang datang ke puskesmas social Tahun 2019, sampel penelitian ini yaitu 33 responden.Analisa data di lakukan meliputi Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Hasil penelitian menunjukan distribusi responden yang Berpendidikan tinggi sebanyak 20 responden (60,6%) Sedangkan distribusi responden yang bekerja (57,6%) serta sikap positif berjumlah 18 Responden (54,5%) respondenDari hasil Analisa Bivariat ada hubungan yang bermakna antara faktor pendidikan , pekerjaan ibu serta sikap ibu tentang pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ASI Eksklusif sehingga para ibu memiliki pengetahuan yang baik terhadap pemberian ASI Eksklusif.Pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Menyusui merupakan investasi terbaik untuk kelangsungan hidup serta meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa. Walaupun angka inisiasi menyusui secara global relatif tinggi, tapi hanya 40% dari semua Bayi dibawah umur 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai usia 24 bulan.Praktik menyusui secara optimal menurut rekomendasi, dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian Anak dan 20.000 kematian Ibu setiap tahun.Menurut World Health Assembly (WHA),Target pemberian ASI yaitu minimal pemberian 50% ASI Eksklusif selama usia 6 bulan saat mencapai tahun 2025 Menurut data Kementrian Kesehatan (2018), Indonesia memiliki cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2018 yaitu sebesar 68,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2018 yaitu 47%. Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Jawa Barat (90,79%), sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Gorontalo (30,71). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor apa saja yang berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di puskesmas social Palembang Tahun 2019 . Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner, populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang datang ke puskesmas social Tahun 2019, sampel penelitian ini yaitu 33 responden.Analisa data di lakukan meliputi Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Hasil penelitian menunjukan distribusi responden yang Berpendidikan tinggi sebanyak 20 responden (60,6%) Sedangkan distribusi responden yang bekerja (57,6%) serta sikap positif berjumlah 18 Responden (54,5%) respondenDari hasil Analisa Bivariat ada hubungan yang bermakna antara faktor pendidikan , pekerjaan ibu serta sikap ibu tentang pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ASI Eksklusif sehingga para ibu memiliki pengetahuan yang baik terhadap pemberian ASI Eksklusif.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

kebidanan

Publisher

Subject

Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

FOCUS AND SCOPE Fokus Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia : kajian tentang pelayanan kebidanan Ruang Lingkup Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia : Kajian terkait : Siklus reproduksi perempuan dan hal-hal yang mempengaruhinya yang meliputi masa kehamilan, persalinan, ...