Tirta Anggraini
Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

1035325 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas dengan Perawatan Luka Perineum di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2018 Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.016 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v9i1.161

Abstract

ABSTRAK Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2012 sebanyak 99 % kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara–negara berkembang. Penyebab langsung kematian di Indonesia dan negara lainnya hampir sama yaitu akibat perdarahan (28%), eklamsia (24%) dan infeksi (11%). Kasus infeksi ini (25–55%) di sebabkan karena infeksi jalan lahir atau episiotomi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan sikap ibu nifas tentang perawatan luka perineum di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2018. Jenis Penelitian ini berbentuk survey analitik dengan cross sectional, pengambilan sample menggunakan metode accidental sampling yaitu sebanyak 30 responden. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan perawatan luka perineum. Analisa yang digunakan adalah uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan responden yang melakukan perawatan luka perineum sebanyak 22 responden (73,3%) dan yang tidak melakukan perawatan luka perineum sebanyak 8 responden (26,7%). Responden yang berpengetahuan cukup sebanyak 13 responden (43,3%) lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 11 responden (36,7%) dan responden yang berpengetahuan baik sebanyak 6 responden (20,0%). Responden yang memiliki sikap positif sebanyak 23 responden (76,7%) lebih besar dibandingkan dengan responden yang memiliki sikap negatif sebanyak 7 orang (23,3%). Dari hasil uji Chi-Square hubungan pengetahuan dengan perawatan luka perineum didapatkan hasil p value 0,001 dan hubungan sikap dengan perawatan luka perineum didapatkan hasil p value 0,002. Hasil dari penelitian ini ada hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan perawatan luka perineum di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2018. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, dan Perawatan Luka Perineum ABSTRACT Data from the World Health Organization (WHO) in 2012 as many as 99% of maternal deaths due to labor or birth problems occur in developing countries. The immediate causes of death in Indonesia and other countries are almost the same, bleeding (28%), eklampsia (24%) and infection (11%). Cases infection (25–55%) are caused due to birth canal infections or episiotomi. The study was to determine the relationship between knowledge of postpartum attitudes about perineum wound care at the Muhammadiyah Hospital in Palembang in 2018. The type of this study was an analytical survey with cross sectional,sample using accidental sampling method which was 30 respondents. The variables studied in this study were the knowledge and attitudes of postpartum mothers with perineum wound care. The analysis used is the Chi-Square test. Based on the results of the study, there were 22 respondents (73.3%) and those who did not perform perineum wound care as many as 8 respondents (26.7%). Respondents who were sufficiently knowledgeable were 13 respondents (43.3%) more than respondents who had less knowledge as many as 11 respondents (36.7%) and respondents who were well-informed as many as 6 respondents (20.0%). Respondents who had a positive attitude were 23 respondents (76.7%) greater than respondents who had a negative attitude as many as 7 people (23.3%). From the results of the Chi-Square test, the relationship between knowledge with perineal wound care showed p value 0.001 and the relationship between attitudes and perineal wound care showed p value 0.002. The results of this study have a significant relationship between knowledge and attitude of postpartum mothers with perineum wound care at the Muhammadiyah Hospital Palembang in 2018. Keywords: Knowledge, Attitudes, and Care of Perineum Wounds.
1035325 Hubungan Berat Badan Bayi Lahir dengan Tingkat Robekan Perineum Pada Ibu Bersalin Normal di Rumah Sakit Pusri Palembang Tahun 2019 Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.948 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v10i1.224

Abstract

Robekan perineum adalah luka pada perineum yang sering terjadi saat proses persalinan. Hal ini karena desakan kepala atau bagian tubuh janin secara tiba-tiba, sehingga kulit dan jaringan perineum robek. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 terjadi 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin. Berat bayi lahir merupakan faktor resiko yang meningkatkan kejadian perlukaan perineum. Semakin besar bayi yang dilahirkan beresiko terjadinya rupture perineum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan berat badan bayi terhadap robekan perineum pada ibu bersalin di Rumah Sakit Pusri Palembang Tahun 2019. Penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin normal Pada November – 9 Desember 2019 di Rumah Sakit Pusri Palembang terkumpul sampel 38 orang responden. Pada analisa univariat dari 38 orang responden ibu bersalin normal yang mengalami tingkat robekan perineum normal lebih banyak yaitu 23 orang (60,5%), di bandingkan dengan ibu bersalin yang mengalami tingkat robekan perineum tidak normal yaitu sebanyak 15 orang (39,5%). Hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai p_value = 0,012 < α (0,05) yang berarti ada hubungan antara berat badan bayi lahir dengan tingkat robekan perineum normal dan tingkat robekan perineum tidak normal pada ibu bersalin normal di Rumah Sakit Pusri Palembang Tahun 2019.
1035325 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.899 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v10i2.240

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Menyusui merupakan investasi terbaik untuk kelangsungan hidup serta meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa. Walaupun angka inisiasi menyusui secara global relatif tinggi, tapi hanya 40% dari semua Bayi dibawah umur 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai usia 24 bulan.Praktik menyusui secara optimal menurut rekomendasi, dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian Anak dan 20.000 kematian Ibu setiap tahun.Menurut World Health Assembly (WHA),Target pemberian ASI yaitu minimal pemberian 50% ASI Eksklusif selama usia 6 bulan saat mencapai tahun 2025 Menurut data Kementrian Kesehatan (2018), Indonesia memiliki cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2018 yaitu sebesar 68,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2018 yaitu 47%. Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Jawa Barat (90,79%), sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Gorontalo (30,71). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor apa saja yang berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di puskesmas social Palembang Tahun 2019 . Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner, populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang datang ke puskesmas social Tahun 2019, sampel penelitian ini yaitu 33 responden.Analisa data di lakukan meliputi Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Hasil penelitian menunjukan distribusi responden yang Berpendidikan tinggi sebanyak 20 responden (60,6%) Sedangkan distribusi responden yang bekerja (57,6%) serta sikap positif berjumlah 18 Responden (54,5%) respondenDari hasil Analisa Bivariat ada hubungan yang bermakna antara faktor pendidikan , pekerjaan ibu serta sikap ibu tentang pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ASI Eksklusif sehingga para ibu memiliki pengetahuan yang baik terhadap pemberian ASI Eksklusif.Pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Menyusui merupakan investasi terbaik untuk kelangsungan hidup serta meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, ekonomi individu dan bangsa. Walaupun angka inisiasi menyusui secara global relatif tinggi, tapi hanya 40% dari semua Bayi dibawah umur 6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai usia 24 bulan.Praktik menyusui secara optimal menurut rekomendasi, dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian Anak dan 20.000 kematian Ibu setiap tahun.Menurut World Health Assembly (WHA),Target pemberian ASI yaitu minimal pemberian 50% ASI Eksklusif selama usia 6 bulan saat mencapai tahun 2025 Menurut data Kementrian Kesehatan (2018), Indonesia memiliki cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2018 yaitu sebesar 68,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2018 yaitu 47%. Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Jawa Barat (90,79%), sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Gorontalo (30,71). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor apa saja yang berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif di puskesmas social Palembang Tahun 2019 . Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dan menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner, populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang menyusui yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang datang ke puskesmas social Tahun 2019, sampel penelitian ini yaitu 33 responden.Analisa data di lakukan meliputi Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Hasil penelitian menunjukan distribusi responden yang Berpendidikan tinggi sebanyak 20 responden (60,6%) Sedangkan distribusi responden yang bekerja (57,6%) serta sikap positif berjumlah 18 Responden (54,5%) respondenDari hasil Analisa Bivariat ada hubungan yang bermakna antara faktor pendidikan , pekerjaan ibu serta sikap ibu tentang pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang ASI Eksklusif sehingga para ibu memiliki pengetahuan yang baik terhadap pemberian ASI Eksklusif.
Kecemasan Ibu Hamil dan Ibu Nifas Pada Masa Pandemi Covid - 19 di Wilayah Kelurahan Sukajaya Palembang Tahun 2020 Tirta Anggraini; Leny; Defa Putri Fitriyana; Novita Sari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.551 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i2.274

Abstract

Munculnya SARS-CoV-2 (COVID-19) ditengah tengah masyarakat meninggalkan efek psikologis pada kesehatan mental masyarakat dengan tingkat kecemasan dan depresi yang meningkat di fase awal penyakit. Penerapan protokol kesehatan yang ketat sebagai prosedur tetap meningkatkan stress dan kecemasan, dimana interaksi secara langsung (tatap muka) di kurangi, masyarakat di anjurkan untuk menjaga jarak hal tesebut mengakibat perasaan kesepian dan terisolasi termasuk pada ibu hamil. Ajuran pemerintah untuk menjaga jarak membawa perubahan terhadap ibu hamil. Ibu hamil yang menganggap anjuran tersebut sebagi tekanan mungkin dapat menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan fisik dan mental.Gangguan psikologis pada ibu hamil dapat berupa kecemasan, keletihan, kontrol emosi yang tidak stabil, perasaan yang tidak sesuai dengan keadaan dan lain-lain. Kecemasan yaitu keadaan yang tidak menyenangkan dan di sertai perubahan reaksi fisiologis seperti perubahan detak jantung dan penapasan. Menurut World Health Organitation (WHO) sekitar 10 % ibu hamil mengalami depresi dan kondisi ini lebih tinggi terjadi pada negara berkembang yaitu mencapai 15,6 % selama kehamilan dan 19,8 % setelah melahirkan atau pada masa nifas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Kecemasan Pada ibu Hamil dan Nifas di Masa Pandemi COVID-19 di Kelurahan Sukajaya Palembang Tahun 2020. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah berjumlah 51 orang sampel penelitian adalah 23 ibu hamil dan 28 masa nifas dengan tehnik cluster sampling dengan menggunakan intrumen perinatal anxienty screening scale (PASS) .hasil penelitain diperoleh ibu hamil dan nifas mengalami kecemasan pada masa pendemi covid -19 mengalami kecemasan dengan skala ringan -sedang.