This study aims to describe the representation of Sawerigading character in the Mappanretasi ritual of the Bugis community in Pagatan, Kusan Hilir District, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan. This is a qualitative study using qualitative methods. Data is collected using direct interviews with sandro or ritual leaders. The results of this study indicate that the Bugis community in Pagatan represents Sawerigading character in the mappanretasi ritual as the ruler of the sea. Sawerigading's name cannot be mentioned because this character is considered very sacred. The character may only be mentioned using substitution title, that is ruler of the sea. The Bugis people are known as great sailors. However, they believe that this expertise in the sea is due to Sawerigading's role in maintaining safety and providing abundant marine products. They represent their gratitude to Sawerigading through the mappanretasi ritual ceremony. Mappanretasi means 'giving food to the ruler of the sea'. Sandro dissolves special food in the form of farm animals, such as goats and chickens, as well as fruits at certain locations and times. Apart from being an expression of gratitude, this ritual is also a form of fishermen's hope that they will be safe when going to sea. As Islam entered, this ceremony was added with Islamic prayers. Some people now interpret the ruler of the sea as Prophet Khidir as.Kajian ini bertujuan mendeskripsikan representasi tokoh Sawerigading dalam ritual mappanretasi masyarakat Bugis di Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Jenis kajian ini adalah kajian kualitatif yang menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara langsung dengan sandro atau pemimpin ritual. Hasil kajian ini menunjukan bahwa masyarakat Bugis di Pagatan merepresentasikan tokoh Sawerigading dalam ritual mappanretasi sebagai penguasa laut. Nama Sawerigading tidak boleh disebut sebab tokoh ini dianggap sangat sakral. Penyebutan tokoh ini hanya boleh menggunakan gelar penguasa laut. Masyarakat Bugis dikenal sebagai pelaut hebat. Namun, mereka meyakini bahwa keahlian melaut ini karena peran Sawerigading yang menjaga keselamatan dan memberi hasil laut yang melimpah. Mereka merepresentasikan rasa syukur kepada Sawerigading melalui upacara ritual mappanretasi. Mappanretasi berarti ‘memberi makanan kepada penguasa laut’. Sandro melarung makanan khusus berupa hewan ternak, seperti kambing dan ayam, serta buah-buahan pada titik lokasi dan waktu tertentu. Selain sebagai ungkapan syukur, ritual ini juga bentuk harapan nelayan agar selamat ketika melaut. Seiring masuknya Islam, upacara ini ditambah dengan doa-doa Islami. Sebagian masyarakat kini memaknai penguasa laut tersebut sebagai Nabi Khidir as.
Copyrights © 2023