Spiritualitas resilients membutuhkan adanya self-efficacy sebagai energi utama dalam diri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan dengan studi literatur. Kebiasaan pola hidup dan pola kerja yang digencarkan saat ini tidak mampu membendung dampak buruk dari situasi yang terjadi seperti persitiwa alam. Dampak bencana alam dan perubahan iklim serta situasi pasar global berpengaruh dalam diri seorang pemimpin ataupun masyarakat menjadi tidak berdaya karena energi terkuras. Energi kebaruan dari pemimpin dapat menerapkan peran memberdayakan, mendorong, menghadirkan diri, memberi kesempatan, serta menginspirasi dalam menjalankan irama kepemimpinannya, dan bawahan mengalami transformasi jika Kepala Sekolah memiliki spiritualitas resilient dari Yesus Kristus. Spiritualitas resilient sebagai pemimpin harus mampu mengaplikasikannya pada tempat dan waktu yang tepat. Metode yang digunakan kualitatitf melalui studi literatur. Hasil studi literatur, ditemukan bahwa spiritualitas resilients pemimpin dalam menghadapi pandemic Covid-19 memiliki pengaruh yang besar. Ia mendorong, mengerakan segala bentuk perbuatan, untuk mempengaruhi dan menggerakan hati nurani hamba-Nya dengan cara yang bijaksana melalui kesaksian keteladanan.
Copyrights © 2021