Corak Adabi Ijtima'i (budaya kemasyarakatan) dalam menafsirkan kalam ilahi merupakan salah satu disiplin ilmu yang relatif baru digunakan oleh para mufassir era modern. Berbagai fenomena sosial masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbatas dibahas dalam Al-Qur'an, menimbulkan disiplin ilmu di bidang tafsir yang tidak mampu menjawab persoalan baru. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang pola tafsir adabi ijtima’i Al-mishbah dalam kontekstualisasi ayat-ayat Nusyuz. Studi ini merupakan studi literature review yang datanya dikumpulkan dari bahan atau dokumen sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan interpretasi. Teks-teks ayat Nusyuz dianalisis dan ditafsirkan untuk memahami topiknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Quraish Shihab terbiasa menggunakan pola Adabi Ijtima'i dalam menafsirkan nusyuz, menyinggung kebiasaan dan identitas laki-laki dan perempuan dengan sifat dan fungsi yang berbeda, memperbaharui istri nusyuz tiga rangkaian berturut-turut. dengan menasihati, tidak melayani seks dan memukul. Potensi nusyuz juga terletak pada suami, menyelesaikan kesengsaraan, dan ego, mengorbankan hak istri atau suami demi keutuhan rumah tangga.
Copyrights © 2023