Pandemi Covid-19 yang menghantam dunia selama hampir tiga tahun memporak-porandakan tatanan kehidupan bersama. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, masyarakat dunia mengalami krisis multidimensi yang berkepanjangan. Tulisan ini akan membahas pandemi Covid-19 dari perspektif iman dan ajakan untuk tidak jemu-jemunya menyimpan harapan pada Allah di tengah situasi yang kacau ini. Tokoh Ayub sebagaimana dilukiskan dalam Kitab Suci disebutkan sebagai teladan iman dalam menghadapi penderitaan. Pada responden yang tersebar di beberapa wilayah di Flores diminta tanggapannya tentang situasi pandemi yang terjadi. Dengan menggunakan metode hermeneutika dan pengumpulan data melalui kuesioner online, penulis dapat menangkap makna dari fenomena pandemi yang telah berlangsung selama hampir tiga tahun ini. Seperti Ayub yang bergulat dengan penderitaan dan dengan Allah, demikianlah umat beriman saat ini bergulat dengan situasi yang sama. bagi mereka, iman memberikan kekuatan dalam penderitaan. Iman dan harapan memang tidak meluputkan kaum beriman dari pandemi tetapi memberikan mereka kesadaran baru akan Allah yang selalu menyertai.
Copyrights © 2022