Penelitian ini dilatar belakangi kekawatiran metode kerja kelompok sering dianggap kurang efektif. Berbagai sikap dan kesan negative memang bermunculan dalam pelaksaan metode kerja kelompok. Jika kerja kelompok tidak berhasil, siswa cenderung saling menyalahkan. Sebaliknya jika berhasil, muncul perasaan tidak adil. Siswa yang pandai/rajin merasa rekannya yang kurang mampu telah membonceng pada hasil kerja mereka. Akibatnya, metode kerja kelompok yang seharusnya bertujuan mulia, yakni menanamkan rasa persaudaraan dan kemampuan bekerja sama, justru bisa berakhir dengan ketidakpuasaan dan kekecewaaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model STAD terhadap Kinerja Guru Ilmu Pengetahuan Sosial siswa dan ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model STAD di Kelas VI SDN 4 Baamang Tengah Tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas, penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus yang terdiri dari tahap Perencanaan, Tindakan, Pengamatan, Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan siswa Pembelajaran kooperatif model STAD memiliki dampak positif dalam meningkatkan Kinerja Guru siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (60,71%), siklus II (75,00%), siklus III (89,29%). Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar matematika, hal ini ditunjukan dengan antusias siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan pembelajaran kooperatif model STAD sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar. Pembelajaran kooperatif model STAD memiliki dampak positif terhadap kerjasama antara siswa, hal ini ditunjukkan adanya tanggung jawab dalam kelompok dimana siswa yang lebih mampu mengajari temannya yang kurang mampu.
Copyrights © 2023