Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana dekonstruksi menyingkapkan ke-tidak-simetris-an pandangan Aristoteles tentang persahabatan. Ke-tidak-simetris-an itu dijelaskan oleh Derrida melalui frasa: “Wahai sahabat-sahabatku, tidak ada sahabat.” Derrida juga menunjukkannya melalui pandangan Heidegger, Schmitt, dan Kant yang terlebih dahulu telah mengkaji persahabatan Aristotelian. Pada akhirnya, sebagai sebuah kesimpulan, Derrida menyatakan ke-tidak-simetris-an ini menunjukkan bahwa persahabatan Aristotelian tidak lebih dari sekadar sebuah idea tentang hubungan manusia, dan tidak pernah muncul dalam realitas konkret.
Copyrights © 2023