Abstrak: Penetapan status kegawatdaruratan nasional COVID-19 di Indonesia sejak 31 Maret 2020 menyebabkan aksesbilitas masyarakat mendapatkan pelayanan kontrasepsi melalui MUYAN KB menurun, hal ini menjadi salah satu faktor penurunan pencapaian peserta KB Baru nasional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui analisis data sekunder terhadap data milik BKKBN Pusat, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu literature research. Penurunan gerak MUYAN KB terjadi di bulan April 2020 (46%) dan penurunan terbesar di bulan November 2020 yaitu 76% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan gerak MUYAN KB menyebabkan terjadinya penurunan jumlah peserta KB Baru sejak bulan April 2020 (12,25%) dan Mei 2020 (8,67%). Penurunan peran MUYAN KB selama masa pandemi COVID-19 sesuai dengan kebijakan PSBB yang dikeluarkan oleh Pemerintah pusat. Upaya ini dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya penularan COVID-19 melalui pelayanan KB mobile dengan MUYAN KB. Penurunan gerak MUYAN KB ini perlu diantisipasi oleh para pengelola program KB. Diperlukan mekanisme pelayanan KB era adapatasi baru sehingga tingkat pemakaian kontrasepsi tidak mengalami penurunan drastic dan pelaksanaannya tetap sesuai dengan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19, seperti: pemanfaatan tele registrasi, pemanfaatan komunikasi online untuk konseling, penyediaan APD bagi tenaga kesehatan serta peningkatan peran PLKB/PKB untuk mendistribusikan kontrasepsi darurat seperti Pil KB dan Kondom.
Copyrights © 2020