: Pada pasien diabetes melitus tipe 2 berisiko mengalami penyakit arteri perifer karena sirkulasi darah terganggu. Cara untuk mendeteksi penyakit arteri perifer dapat melalui pemeriksaan ABI yaitu dengan membandingkan tekanan darah sistolik di ankle dengan tekanan darah sistolik di brachialis. Pada pasien diabetes melitus sering ditemukan pemeriksaan tekanan darah sistolik tinggi. Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada pasien diabetes melitus adalah terapi SEFT. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan time series design. Sampel berjumlah 30 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Metode analisa data menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan hampir seluruhnya nilai ABI menunjukkan adanya penyakit arteri sedang dan sesudah perlakuan sebagian besar menunjukkan bisa diterima. Berdasarkan Uji Paired T-Test nilai signifikan 0,000 yang artinya terdapat pengaruh terapi SEFT terhadap perubahan nilai ABI pada pasien diabetes melitus tipe 2 sehingga teknik relaksasi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer untuk pasien diabetes melitus yang mengalami resiko penyakit arteri perifer.
Copyrights © 2019