Pada saat komputer mulai dikomersialkan, yang paling banyak memanfaatkannya adalah bidang bisnis atau perusahaan-perusahaan komersial. Di bidang ini komputer berfungsi sebagai sistem pemrosesan data elektronik (SPDE), terutama digunakan untuk mengotomatisasi fungsi pembukuan. Perkembangan kebutuhan informasi yang sangat cepat, menyebabkan sistem yang telah ada tersebut gagal memenuhi kebutuhan manajer dengan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Perkembangan tersebut menyebabkan tumbuhnya konsep dan implementasi sistem baru yang dikenal dengan nama sistem informasi manajemen (SIM). Tetapi pada kebanyakan masalah yang dihadapi para manajer, ternyata SIM terbukti gagal. Kegagalan ini disebabkan karena SIM tidak luwes mengantisipasi kebutuhan para manajer yang semakin kompleks di era globalisasi dan persaingan yang semakin kompetitif. Dari pengalaman tersebut akhirnya dikembangkan suatu sistem yang dinamakan sistem pendukung keputusan (SPK) dan segera SPK menjadi istilah yang "sakti" dan banyak harapan tergantung padanya, kerana SPK lebih mantap pada konsep dan implementasinya dibandingkan SIM.
Copyrights © 2003