Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dikarenakan memiliki jumlah titik panas (Hotspot) yang banyak terdata di Provinsi Sumatera Barat. Bencana kebakaran hutan atau lahan yang terjadi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2014 tercatat seluas 40 Ha di 5 (lima) kecamatan Kabupaten Dharmasraya dan terdapat 76 titik api yang terdeteksi oleh Satelite NOOA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran daerah rawan kebakaran hutan dan lahan pada setiap tutupan lahan di Kabupaten Dharmasraya. Analisis daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis dengan tumpang tindih (overlay) peta dari data antara lain data penutupan lahan dan data Hostpot Kabupaten Dharmasraya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan potensi daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dengan kategori sangat rawan terjadi pada penutupan lahan seperti perkebunan dengan total mncapai 144 titik kejadian atau dengan rasio sebesar 36, 45 %, dan kategori tidak rawan terjadi pada penutupan lahan seperti rawa dengan dengan 2 titik kejadian atau dengan rasio 0,50 %.
Copyrights © 2019