Jurnal Sejarah dan Budaya
Vol 17, No 1 (2023): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya

Bertahan hidup di masa sulit: Regentschap Pemalang masa depresi ekonomi 1930an

Utomo, Ilham Nur (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2023

Abstract

This research aimed to find out the condition of Regentschap Pemalang during the economic depression and the community's efforts to overcome the effects of the economic depression. This research used the historical method. The results of this research indicated that Regentschap Pemalang in the 1930s was an area affected by the economic depression. The establishment of sugar factories and plantations connected to international trade was one of the strong reasons for Regentschap Pemalang to become an area affected by the economic depression. The increase in unemployment and poverty during the 1930s occurred in Regentschap Pemalang due to workers’ dismissal, exacerbated by disease outbreaks and increased crime. Efforts made by the community to overcome these problems were by holding charitable activities, including charity night markets, charity football matches, and free food distribution.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi Regentschap Pemalang pada masa depresi ekonomi dan usaha masyarakat mengatasi dampak depresi ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Regentschap Pemalang pada tahun 1930-an merupakan daerah terdampak depresi ekonomi. Berdirinya pabrik gula dan perkebunan yang terkoneksi dengan perdagangan internasional menjadi salah satu alasan kuat Regentschap Pemalang menjadi daerah terdampak depresi ekonomi. Peningkatan pengangguran dan kemiskinan selama tahun 1930-an terjadi di Regentschap Pemalang karena pemecatan buruh dan diperparah oleh munculnya wabah penyakit serta peningkatan kriminalitas. Usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara menggelar kegiatan amal, di antaranya melalui pasar malam amal, pertandingan sepak bola amal, dan pembagian makanan secara gratis. 

Copyrights © 2023