Jurnal Perspektif Arsitektur
Vol. 5 No. 02 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 2 Tahun 2010

PENGARUH PENAMBAHAN KAWAT BENDRAT PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON

Nugraha Sagit Sahay (Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya)
Giris Ngini (Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2010

Abstract

Umumnya peningkatan mutu beton/kuat tekan beton hanya disertai dengan peningkatan kecil dari kuattarik betonnya sehingga usaha meningkatkan kuat tarik beton. Peningkatan kuat tekan betondibarengi dengan kuat tarik beton, munculkan istilah beton serat.Penelitian tentang beton serat telahdilakukan, baik dengan melakukan pencampuran pada campuran beton normal maupun beton ringan.Mengacu pada penelitian yang dilakukan (Loura, 2006) dengan menambahkan kawat bendratterhadap volume adukan yang diberikan pada saat proses pencampuran/pengadukan bahanpembentukan beton ringan di dalam mollen (alat pengaduk bahan pembuatan campuran beton).Melihat dari penelitian tersebut dicoba kembali, pemakaian kawat bendrat untuk peningkatan kuattekan beton pada campuran beton ringan dengan menggunakan agregat kasar lempung bekah dariSei Gohong Palangka Raya yang dicampurkan pada saat pemadatan benda uji. Sifat beton padaumumnya lebih baik jika kuat tekannya lebih tinggi. Dengan demikian untuk meninjau mutu betonbiasanya secara kasar hanya ditinjau kuat tekannya saja.Dalam teori teknologi beton dijelaskan bahwa faktor-faktor yang sangat mempengaruhi kekuatanbeton ialah :1. Faktor air semen dan kepadatanSemakin rendah nilai faktor air semen semakin tinggi kuat tekan beton, namun pada suatu nilaifaktor air semen tertentu semakin rendah nilai faktor air semen kuat tekan betonnya semakin rendahpula. Dengan demikian ada suatu nilai faktor air semen tertentu yang optimum yang menghasilkankuat tekan beton maksimum.2. Umur BetonKuat tekan beton bertambah sesuai dengan bertambahnya umumnya beton itu. Kecepatanbertambahnya kekuatan beton tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain :faktor air semen dan suhu perawatan. Semakin tinggi f.a.s semakin lambat kenaikan kekuatanbetonnya, dan semakin tinggi suhu perawatan semakin cepat kenaikan kekuatan beton.3. Jenis SemenJenis-jenis semen mempunyai laju kenaikan kekuatan yang berbeda sesuai keperluan beton.4. Jumlah SemenJumah kandungan semen berpengaruh terhadap kuat tekan beton5. Sifat AgregatPengaruh kekuatan agregat terhadap kekuatan beton sebenarnya tidak begitu besar karena umumnyakekuatan agregat lebih tinggi dari pada pastanya. Sifat agregat yang paling berpengaruh terhadap kekuatanbeton ialah kekasaran permukaan dan ukuran maksimum

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

JTA

Publisher

Subject

Arts Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Environmental Science Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Fokus dan Ruang Lingkup pada Jurnal Perspektif Arsitektur 1. Desain Arsitektur 2. Perumahan dan Permukiman 3. Konstruksi Bangunan 4. Sains dan Teknologi Bangunan 5. Perkembangan Arsitektur 6. Teori Arsitektur 7. Lansekap 8. Filsafat dalam Arsitektur 9. Metodologi Penelitian dalam Arsitektur 10. ...