Nugraha Sagit Sahay
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN BENTUK DESAIN RUMAH TAHAN GEMPA Nugraha Sagit Sahay
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 5 No. 01 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 1 Tahun 2010
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa sekarang ini Indonesia banyak sekali mengalami berbagai bencana baik itu banjir,tanah longsor, maupun gempa. Kalau membicarakan masalah gempa Yogya, gempa Nias, gempaAceh banyak sekali korban yang berjatuhan dan pemerintah Indonesia mulai memikirkan bersamasamadengan para ahli dan pakar diberbagai bidang untuk menata kembali tata kota, perumahan, daninfrastruktur lainnya yang rusak akibat bencana.Bencana gempa bumi tidak bisa ditebak kapan datangnya sehingga dibutuhkan antisipasisedini mungkin. Salah satunya adalah dengan merancang bangunan atau rumah yang tahan terhadapgempa, dan mengetahui teknik membangun rumah. Bertolak dari keadaan itulah maka adanya sebuahsistem bangunan yang sederhana yang diharapkan mampu bertahan terhadap pengaruh gempabumi yaitu sistem AOV (Absortion Of Vibration). Suatu sistem dimana secara strukturnya tidakmengubah konstruksi, melainkan hanya menambah sebuah sistem agar bangunan tahan terhadapgempa.Supaya suatu bangunan dapat menahan gempa, gaya inersia gempa harus dapat disalurkandari tiap-tiap elemen struktur kepada struktur utama gaya horizontal yang kemudian memindahkangaya-gaya ini ke pondasi dan ke tanah. Adalah sangat penting bahwa struktur utama penahan gayahorizontal itu bersifat kenyal. Karena, jika kekuatan elastis dilampaui, keruntuhan getas yang tiba-tibatidak akan terjadi, tetapi pada beberapa tempat tertentu terjadi leleh terlebih dulu.
KONSERVASI RUMAH KERAK BETANG DI DESA BUKIT RAWI Giris Ngini; Nugraha Sagit Sahay
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 5 No. 02 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 2 Tahun 2010
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peninggalan nilai budaya dari bangunan bersejarah kini hanya dipandang sebelah mata dan dianggapsebagai cerita masa lampau. Sehingga bila prinsip-prinsip tata nilai dalam arsitektur tradisional Dayaktidak mengalami perkembangan dengan tata nilai yang berkembang dalam masyarakat, maka arsitekturtadi melepaskan diri sebagai pernyataan hidup. Dan ini secara filosofi adalah mula dari berakhirnyaarsitektur tradisional Dayak yang asli.Rumah Kerak Betang milik keluarga Iber.K.Asin adalah salah satu rumah yang menjadi saksi sejarahterbentuknya desa Bukit Rawi. karena rumah ini dibangun hampir bersamaan dengan lahirnya desaBukit Rawi tersebut. agar nilai sejarah dan budaya dari rumah tersebut tidak luntur bersamaan denganusia dan kondisi rumah yang semakin rapuh dan tidak terawat dengan baik.Maka oleh sebab itu sudah sepatutnyalah kita sebagai orang yang menghormati dan menghargai nilaisuatu kebudayaan, terutama kebudayaan daerah Kalimantan Tengah. melakukan upaya konservasiagar secara historis, makna cultural yang dikandungnya dapat terpelihara dengan baik.
PENGARUH PENAMBAHAN KAWAT BENDRAT PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON Nugraha Sagit Sahay; Giris Ngini
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 5 No. 02 (2010): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 5 Nomor 2 Tahun 2010
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.546 KB)

Abstract

Umumnya peningkatan mutu beton/kuat tekan beton hanya disertai dengan peningkatan kecil dari kuattarik betonnya sehingga usaha meningkatkan kuat tarik beton. Peningkatan kuat tekan betondibarengi dengan kuat tarik beton, munculkan istilah beton serat.Penelitian tentang beton serat telahdilakukan, baik dengan melakukan pencampuran pada campuran beton normal maupun beton ringan.Mengacu pada penelitian yang dilakukan (Loura, 2006) dengan menambahkan kawat bendratterhadap volume adukan yang diberikan pada saat proses pencampuran/pengadukan bahanpembentukan beton ringan di dalam mollen (alat pengaduk bahan pembuatan campuran beton).Melihat dari penelitian tersebut dicoba kembali, pemakaian kawat bendrat untuk peningkatan kuattekan beton pada campuran beton ringan dengan menggunakan agregat kasar lempung bekah dariSei Gohong Palangka Raya yang dicampurkan pada saat pemadatan benda uji. Sifat beton padaumumnya lebih baik jika kuat tekannya lebih tinggi. Dengan demikian untuk meninjau mutu betonbiasanya secara kasar hanya ditinjau kuat tekannya saja.Dalam teori teknologi beton dijelaskan bahwa faktor-faktor yang sangat mempengaruhi kekuatanbeton ialah :1. Faktor air semen dan kepadatanSemakin rendah nilai faktor air semen semakin tinggi kuat tekan beton, namun pada suatu nilaifaktor air semen tertentu semakin rendah nilai faktor air semen kuat tekan betonnya semakin rendahpula. Dengan demikian ada suatu nilai faktor air semen tertentu yang optimum yang menghasilkankuat tekan beton maksimum.2. Umur BetonKuat tekan beton bertambah sesuai dengan bertambahnya umumnya beton itu. Kecepatanbertambahnya kekuatan beton tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain :faktor air semen dan suhu perawatan. Semakin tinggi f.a.s semakin lambat kenaikan kekuatanbetonnya, dan semakin tinggi suhu perawatan semakin cepat kenaikan kekuatan beton.3. Jenis SemenJenis-jenis semen mempunyai laju kenaikan kekuatan yang berbeda sesuai keperluan beton.4. Jumlah SemenJumah kandungan semen berpengaruh terhadap kuat tekan beton5. Sifat AgregatPengaruh kekuatan agregat terhadap kekuatan beton sebenarnya tidak begitu besar karena umumnyakekuatan agregat lebih tinggi dari pada pastanya. Sifat agregat yang paling berpengaruh terhadap kekuatanbeton ialah kekasaran permukaan dan ukuran maksimum
KAJIAN PERMUKIMAN KEMBALI PENDUDUK TEPIAN SUNGAI KAHAYAN DI KOTA PALANGKA RAYA Amiany; Nugraha Sagit Sahay
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 6 No. 01 (2011): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 6 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.232 KB)

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan kota pada hakekatnya disebabkan oleh pertambahan penduduk baiksecara alamiah maupun migrasi serta perubahan dan perkembangan kegiatan usahanya yangdisebabkan oleh perubahan pola sosial budaya dan sosial ekonomi penduduk tersebut sebagaimasyarakat kota. Pengadaan perumahan daerah perkotaan sangat terbatas sehingga masalahpemenuhan kebutuhan perumahan sampai saat ini masih sulit dipecahkan, teruma bagi masyarakatberpenghasilan rendah.Selain itu dalam pelaksanaannya sering kurang memperhatikan karakteristik atau latar belakangsosial-ekonomi masyarakatnya. Sehingga program-program diatas tidak selamanya bisa berhasilmulus, bahkan bias menemuhi kendala-kendala seperti mereka menolak untuk dipindahkan, ataumereka akan kembali lagi ke kawasan permukiman yang lama karena masyarakat tersebut kurangbisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, atau mereka kehilangan lapangan kerja.Salah satu kebijakan Pemerintah Daerah Kota Palangka Raya saat ini adalah mengembalikan tepiansungai Kahayan sebagai jalur hijau dan kawasan wisata kota. Salah satu nya adalah KawasanFlamboyan Bawah yang pada awalnya adalah meruapakan jalur hijau namun dalam perjalanannyahingga kini menjadi permukiman yang tidak terencana..Dari analisa yang dilakukan diketahui bahwa peluang usaha/kerja yang baru, sebagai upayameningkatkan pendapatan masyarakat relokasi perlu diikuti dengan program-program lanjutan sepertipengadaan pelatihan dan peningkatan ketrampilan untuk memberikan kemampuan kewirausahaanatau kemampuan berwiraswasta dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat tersebut.