Huma Gantung merupakan salah satu tipe rumah tradisional masyarakat Dayak. Secara fisik HumaGantung memiliki besaran yang lebih kecil dari Betang. Ciri khusus yang ada pada Huma Gantungadalah memiliki ketinggian panggung yang yang cukup tinggi sesuai dengan namanya yang berartirumah tinggi.Huma Gantung di desa Buntoi Kabupaten Pulang Pisau merupakan salah satu contoh yang masihberdiri sampai saat ini. Bangunan yang berdiri pada tahun 1870 yang lalu telah mengalami banyakperubahan dari bentuk semula pada saat Demang Singa Jalla berkuasa. Perubahan yang terjadi meliputitata ruang, bentuk fasade maupun material bangunan. Perubahan yang terjadi dikarenakan olehbeberapa sebab antara lain adanya tuntutan penghuni, keadaan alam (rusak) ataupun pindahnya kepercayaandari tuan rumah yang baru dari agama Hindu Kaharingan menjadi penganut Kristen yngtaat (aspek religi).Sangat disayangkan apabila perubahan-perubahan yang terjadi telah mencapai titik klimaks yangmana sulit ditelusuri kembali bentuk awal dan unsur pemaknaan yang mendasari trasnformasi bentukyang terjadi. Apapun alasannya bangunan Huma Gantung ini adalah sisa peninggalan lama yang sekiranyabanyak tata nilai dan pemaknaan yang terkandung di dalamnya yang dapat dipakai sebagaipelajaran berharga.
Copyrights © 2010