Jurnal Perspektif Arsitektur
Vol. 10 No. 02 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 2 Tahun 2015

INTEGRITAS ARSITEKTUR TUMAH BETANG KALIMANTAN TENGAH

Syahrozi (Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2015

Abstract

Rumah Betang, merupakan salah satu tipe rumah tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Saat ini keberadaannya sudah sangat memprihatinkan, rusak parah, tidak terawat bahkan banyak yang hilang tiada jejak. Terjadi perubahan bentuk karena tuntutan penghuni merupakan fakta yang sering terjadi pada rumah-rumah kuno ini. Karena kuno dan dianggap sudah ketinggalan jaman, menyebabkan keadaan arsitektur rumah betang semakin terpuruk, mulai ditinggalkan penghuninya. Bila dilihat dari sisi sejarahnya sangat disayangkan apabila betang ini hanya menjadi sebuah kenangan semata tanpa sempat dikenali sosok bentuk sebenarnya apalagi tata nilai maupun makna yang tersimpan di dalamnya. Banyak pesan dari para orang tua dahulu yang semestinya bisa digali sebagai bahan pembelajaran. Tidak kenal maka tidak sayang, barangkali ungkapan kelakar untuk menghibur diri, rumah betang sepertinya hanya dipandang dengan sebelah mata. Meskipun demikian harapan dan semangat untuk mengembangkannya tetap ada dengan kepedulian dari dinas terkait untuk usaha pelestariannya. Sayangnya arsitektur masa lalu ini seolah-olah hanya layak untuk dilestarikan saja belum dikembangkan lebih jauh sesuai konteks masa kini. Hal ini semestinya menjadi tanggung jawab semuanya, bukan hanya para arsitek. Di sisi lain terdapat fakta bahwa usaha penyelamatan rumah betang yang dilakukan terkadang membawa dampak kurang baik dengan menghilangkan, mengurangi atau bahkan menambah elemen-elemen baru yang kurang sesuai. Hal ini juga diperparah dengan tuntutan penghuni yang terpaksa melakukan perubahan-perubahan tanpa mengindahkan keasliannya, meskipun yang kedua ini cukup delematis, sulit dicari solusinya mengingat menyangkut hak atas kepemilikan rumah betang. Arsitektur tradisional rumah betang seyogyanya tidak dilihat dengan sebelah mata, namun secara menyeluruh, utuh, lengkap (integritas) agar dapat ditangkap makna filosofi yang dikandung di dalamnya. Tidak menutup kemungkinan perubahan-perubahan yang terjadi atas dasar usaha pelestarian, pembangunan, ataupun pengembangan bisa berdampak melemahnya integritas arsitektur rumah betang bila dilakukan dengan semena-mena atau hanya atas dasar kebutuhan sesaat. Integritas arsitektur betang menjadi sangat penting karena berpotensi memancarkan kewibawaan dan kejujuran masyarakat penghuninya dalam menjalani kehidupan. Melihat rumah betang secara utuh dan menyeluruh (integritas) akan terekam kearifan lokal tentang nilai-nilai filosofi hidup, budaya, keseimbangan alam dan kemanusiaan lainnya. Arsitektur tidak sekedar berbicara bentuk proporsi, komposisi dan teknis konstruksi tetapi juga tentang menemukan jati diri (Yu Sing, 2011). “ …… memandang arsitektur tradisional dari bentuk luarnya, sudah barang tentu akan menampilkan gambaran dalam citra kekinian kita yang rumit-runyam, yang muskil-muspra, yang lamban-lambat dan yang kolot-ngotot, meskipun justru sering hal yang demikian ini digandrungi dengan salah mengerti, dan dicemooh tanpa mengerti ”, (Soelarto, 1984)

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

JTA

Publisher

Subject

Arts Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Environmental Science Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Fokus dan Ruang Lingkup pada Jurnal Perspektif Arsitektur 1. Desain Arsitektur 2. Perumahan dan Permukiman 3. Konstruksi Bangunan 4. Sains dan Teknologi Bangunan 5. Perkembangan Arsitektur 6. Teori Arsitektur 7. Lansekap 8. Filsafat dalam Arsitektur 9. Metodologi Penelitian dalam Arsitektur 10. ...